Slideshow

Please support us by Click this adsense

Kisah Nyata: Aku Hanya Ingin Bersekolah

Let's Share...

Inilah kisah nyata yang di alami oleh teman kakak saya. Cerita tentang sebuah perjuangan, cerita tentang getirnya kehidupan dan cerita tentang keyakinan.

Katakanlah Desi adalah tokoh yang saya ingin ceritakan. Desi adalah anak pertama dari seorang pekerja honorer (sang ayah), ibu saya (saya disini adalah Desi) adalah seorang ibu rumah tangga. Saya adalah anak pertama dari 9 bersaudara.

Saya adalah seorang manusia yang menginginkan bisa belajar dengan baik tak usah muluk-muluk punya mobil, kost mewah, rumah mewah bisa makan saja saya sudah merasa untung. Suatu hari saya diterima untuk sekolah di suatu universitas terkenal dibandung katakanlah universitas dipati ukur di bandung, saya masuk hanya bermodalkan sebuah kata "Tak Menyerah" saya tak punya apapun untuk bisa hidup di bandung. Masuklah saya di universitas tersebut, Saya tak punya uang, bahkan buat makan pun susahnya minta ampun yang lebih ironis saya tidak punya kostan.

Saya tidak punya kostan, yang saya lakukan sehari-hari adalah numpang sana-numpang sini sudah pahit rasanya di caci maki sana-sini karena numpang. Sobat Desi adalah perempuan, hidup memang tak pernah kenal laki-laki ataupun perempuan, inilah hidup. Hidup pahit Desi selama 4 tahun di universitas dipatiukur tersebut berakhir manis Desi dapat nilai yang baik.

Inilah perjuangan Desi tak pernah puas, tak pernah menyesal dan tak pernah kapok. Mungkin beberapa orang berkata sudah lulus S-1, ya udah tinggal cari kerja dan hiduplah bersenang-senang. Tapi Desi tidak, dia melanjutkan belajarnya di sebuah Universitas atau Institut terkenal katakanlah "Intitut Negeri Bandung" dia belajar disana, inilah pertemuan pertama Desi dengan Kakak saya, kakak saya bercerita Desi tubuhnya kurus kering, jadwal makannya sobat dia makan pagi hanya dengan sebungkus roti yang harganya Rp. 1200,- jadwal keduanya makan siang jam 2 dan tentu Desi cuman makan 2 kali sehari.

Dia mengais rejeki dengan mengajar anak-anak sekolah, mungkin harusnya cukup bagi dia tapi tunggu dulu, Desi memiliki tanggungan lain yaitu adik-adiknya. Hidup memang tak selamanya manis tapi ini terlalu pahit. pada suatu hari kakak saya berniat ngajak makan dan mencoba untuk mentraktirnya tapi Desi bukan pengemis, Desi boleh miskin tapi Desi bukan pengemis. Harga diri yang tingginya itu justru yang membuat dia terus survive.

Suatu kisah, dia mengerjakan Thesis tapi bagaimana cara dia mengerjakannya. Cara dia, pertama dia tidur selalu lebih awal dari yang lain sambil berkata pada temannya "boleh pinjam laptopnya" kata Desi ke temannya (Desi numpang di teman tersebut), kata temannya "tapi Des, saya juga perlu" dan Desi berkata "Iya, saya nanti pinjamnya setelah kmu selesai" dia kemudian tidur dan mengerjakan tugas-tugasnya sangat larut malam atau bahkan pagi hari.

Kisah berikutnya Desi, Desi tentu tidak punya Laptop dia hanya punya Flashdisk dan itu satu-satunya. Bagaimana perasaan anda ketika Desi bilang "Flashdisk-ku kena virus, Thesis aku ilang" ? Cobaan tak pernah berhenti sampai situ.

SNMPTN pun tiba, Adik Desi pun kena giliran untuk kuliah, adiknya bertanya ke Desi " Mbak aku gak usah kuliah aja ya" tapi coba pikir apa yang Desi katakan "Kuliah aja de, jangan pikirin yang lain". Sobat bagaimana adiknya bisa hidup? bila kakaknya (Desi) saja masih numpang, lalu adenya mau dimana? Sobat Adenya numpang juga di asrama temannya (kamar asrama tersebut bukan diperuntukan Desi dan adenya, tetapi untuk temannya).

Inilah Hidup, Desi Harus Berani mengahadapi kenyataan Hidup yang pahit. Belum tentu kita mampu hidup layaknya Desi, kita mungkin sudah menyerah jauh-jauh hari.

Seperti Desi "Jangan Pernah Menyerah", Desi dapat bertahan di arena kehidupan yang keras karena tak pernah menyerah.

"Jangan Putus Asa" Selalu ada jalan kalau kita percaya dan berusaha.

"Hiduplah di telapak kakimu sendiri" jangan tegantung sama orang lain.

-Desi masih kuliah S-2, di Institut ..... Bandung suatu universitas terkenal di Indonesia yang letaknya di Bandung, kita dukung terus beliau Semoga sukses, teruslah bertahan dan jangan pernah menyerah -

Terimakasih...
Semoga berguna

Share With Me

7 comments:

  1. inspiratif sekali ceritanya

    ReplyDelete
  2. Hallo Pandu...
    numpang lewat sekalian ngisi kolom komentar.

    Cerita yang menyentuh.

    Cheers,
    -Hamster Land-

    ReplyDelete
  3. Setuju.. bener2 inspiratif..

    ReplyDelete
  4. @cuma:iya makasih ya sob...
    @Kami yang waras:wah makasih.... Cheers juga...
    @Danta:Maksih ya sob...

    Makasih all udah berkunjung di tunggu komen selanjutnya ya...

    ReplyDelete
  5. boleh saya copas gan, saia ingin buat tema-tema inspirasi? coz touch me so deep...

    ReplyDelete
  6. Sangat mengispirasi diri ini...Thanks ya

    ReplyDelete
  7. Salut buat teh Desi, Semangatnya patut dicontoh. Dibalik Gigihnya Perjuangan teh Desi pasti ada "Bahan bakar" yang senantiasa terjaga yaitu KEYAKINAN. Banyak diantara kita yang takut dan malu menggantungkan harapan dan cita2 karena kita "miskin" keyakinan.Dengan Keyakinan, langkah akan terarah, semangat akan terjaga dan hambatan akan ternikmati.Kesuksesan? tinggal tunggu waktu. Kekayaan? teh Desi sudah sangat kaya dengan pengalaman hidup yang pastinya sangat berguna bagi diri, keluarga dan Orang lain. Salut teh...Anda tidak sendiri, tahun 80an saya mengalaminya, Hidup di belantara Jakarta, bermalam dari masjid ke masjid karena tak punya uang.
    Yuk mawas diri sobat....adakah kita Berkarya dan bercita-cita tanpa Keyakinan?

    ReplyDelete

if you find a broken link, please let me know.....
If you have any question, please feel free to ask...
have a nice day ...